Pesona Malam Di Simpang Lima Gumul, Kediri

Pesona malam di Simpang Lima Gumul

Oleh : Budhy Pardiana

Simpang Lima Gumul. Sebuah persimpangan jalan di kota kediri yang setiap malam sangat ramai dikunjungi warga. Disini berdiri sebuah bangunan Tinggi Megah yang dikenal dengan Monumen simpang lima Gumul.  Tempat ini menjadi favorit bagi warga yang sekedar berkunjung dan ingin menikmati suasana malam dengan pesona hiasan lampu Monumen.  Ada romobongan keluarga sambil makan bersama ditaman dan ada sekumpulan anak muda yang riang dengan canda tawa serta banyak pasangan kekasih yang terbuai dengan suasana romantis dibawah temaram soorotan lampu  malam.

Itulah pemandangan suasana malam pertama saat mengunjungi kota Kediri, salah satu kota di Jawa Timur yang dikenal dengan kota panji. Warganya ramah dan sangat terbuka untuk para pendatang dari luar kota. Melihat suasana yang sangat nyaman, saya yang datang dari surabaya bersama empat orang teman dari kantor makin tertarik untuk mengunjunginya. Tapi, awalnya sempat kebingungan mencari akses jalan masuk, Karena disekeliling kawasan monumen tidak memilki lahan parkir. Yang ada hanya jalan raya yang dibatasi oleh trotoar yang mengililingi kawasan monumen. Padahal, sudah 2 putaran kendaraan kita mengitari kawasan monumen.

Selidik punya selidik, akhirnya kita menemukan suasana ramai disamping monumen. Jaraknya sekitar sekitar 100 meter di sebelah kiri kalau kita berjalan dari arah kota kediri. Disana banyak bejejer tenda pedagang kaki lima yang menjajakan aneka macam kuliner khas kota kediri. Dan yang paling penting kita menemukan pintu masuk menuju kawasan monumen. Rupanya, dibawah jalan yang mengelilingi kawasan monumen,  terdapat terowongan sebagai akses jalan masuk.

“Luar biasa”, itulah ungkapan yang kita lontarkan saat memasuki terowongan sepanjang 50 meter ini. Didalam terowongan ternyata disesaki para pejalan kaki dan ada puluhan warga yang sedang mengabadikan gambar mereka melalui kameranya masing-masing. Padahal diatas terowongan ini, terdapat puluhan bahkan ratusan kendaraan baik roda dua, roda empat, Truk dan gandengan yang setiap jamnya melintasi bundaran simpang lima gumul. Tapi tidak sedikitpun terdengar suara ataupun terasa getaran saat  kita berada didalam terowongan.

Diujung terowongan ada sekitar 19 anak tangga yang menghantarkan kita ke pintu ruang bangunan di halaman monumen. Rupanya, empat bangunan yang berada diempat penjuru monument ini, tiga diantaranya merupakan akses jalan bawah tanah menuju kawasan Simpang Lima Gumul. Suasana  diluar sangat tenang meskipun banyak orang. Selama Sepuluh menit pandangan kita terpukau melihat keindahan bangunan setinggi 25 meter yang berdiri megah dengan sorotan lampu kuning disekelilingnya.

Monumen ini dibangun pada tahun 2003 dengan menghabiskan dana ratusan milyar dan syarat korupsi. Penggagasnya adalah bupati Kediri, saat itu masih dipimpin oleh Sutrisno. Terlepas ada atau tidak adanya dugaan korupsi, monumen ini sudah berdiri dan kini menjadi landmark kota kediri yang cukup dibanggakan warganya.

Bentuknya sama dengan monumen L’Arch De Triomphe yang berada di Paris, Perancis.  Jika L’Arch De Triomphe dibangun untuk mengenang kejayaan para pejuangnya yang tewas setelah bertempur mati-matian mempertahankan Prancis. Sama halnya dengan monumen ini, kabarnya bupati Sutrisno, awalnya membangun Simpang Lima Gumul untuk membangkitan perekenomian baru bagi Kediri, terlepas dari inspirasi  “Jongko Jojoboyo” Raja Kediri abad XII yang ingin menyatukan lima wilayah di Kediri.

Ini bisa dibuktikan dengan adanya lokasi keramaian di empat penjuru yang menyatu dengan tiga akses jalan masuk melalui terowongan menuju monumen. Walaupun yang diaktifkan masih satu lokasi namun geliat ekonomi sudah mulai berjalan. Sementara di Paris, Arc De Triomphe hanya memiliki dua sisi bangunan. Simpang Lima Gumul kini bukan hanya ikon bagi kota panji, tetapi menjadi simbol perekonomian baru dikota kelahiran produk rokok terbesar di Indonesia ini, apalagi kalau bukan Gudang Garam.

Angin malam disini lumayan cukup dingin, apalagi saat itu baru masuk musim penghujan. Untungnya , switer untuk melindungi angin dari hawa dingin selalu dibawa. Setelah terpesona memandang keindahan bangunan, saya bersama teman mencoba mengitari seluruh kawasan monumen. Ternyata monumen ini cukup luas.

Secara fisik, monumen Simpang Lima Gumul  ini memiliki luas 804 meter persegi dengan tinggi bangunannya mencapai 25 meter dan ditumpu tiga tangga setinggi 3 meter dari lantai dasar. Angka-angka tersebut menggambarkan tanggal, bulan, tahun, hari jadi Kabupaten Kediri, yakni 25 Maret 804 Masehi. Di ke empat sisi monumen ada arca ganesha, arca tersebut merupakan lambang Kabupaten Kediri.

Didalam bangunan yang berbentuk kubus, Isinya adalah ruang-ruang.  Untuk ruang  pertemuan berada di gedung utama dan hall auditorium berada di lantai atas yang beratapkan mirip kubah (dome), juga ada ruang serba guna di “basemen”. Sementara  minimarket yang jual souvenir  berada di lantai bawah.

Di kawasan monumen ini, pemerintah kabupaten Kediri, benar-benar memanjakan pengunjungnya. Mereka bebas masuk dan tidak dipungut bayaran sepeserpun untuk masuk ke areal monumen. Dikawasan ini  juga, Pemkab melengkapi pelayanan dengan memberikan fasilitas hotspot secara gratis, Sehingga pengunjung yang datang bebas melakukan browsing. Fasilitas ini yang kiranya menjadi magnet bagi anak muda untuk datang kelokasi ini. Rata-rata mereka mengabadikan momentnya dan langsung memasang foto profile di sejumlah blog atau situ-situs jejaring sosial di dunia maya.   

Malem yang terasa makin dingin, akhirnya menyudahi perjalanan saya bersama teman-teman. Sebagai warga negara Indonesia, saya cukup bangga dengan keberadaan Monumen Simpang Lima Gumul, ketimbang harus merogoh kocek yang banyak untuk datang ke Paris, Perancis. Tapi tetap..!! dugaan korupsi dalam pembangunan monumen ini harus di usut.

~ by timuran151 on November 14, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: