Naskah Berita Televisi

    Reporter

 1.  Pengertian Reporter

Reporter adalah seorang yang bertugas mengumpulkan berita-berita dari berbagai sumber, mengolah data dan informasi, menulis script berita kemudian melaporkannya melalui stasiun yang bersangkutan. Ia adalah orang yang terlatih baik dalam menyelidiki maupun mengumpulkan bahan berita mulai dari pengembangan informasi menuju kearah fakta yang akhirnya akan menjadi laporan yang dapat diterima pendengarnya. Hasil akhirnya dalam penyiaran menjadi jelas, ringkas, dan dapat dipercaya.

Reporter TV bertanggung jawab memperkaya gambar dengan menyuplai informasi atas bagian yang tidak mampu disediakan gambar dan tentunya merangkai cerita agar berstruktur dan komunikatif, sehingga penulisan narasi verbal memerlukan bahan yang cukup lengkap serta rangkaian kejadian, wawancara dengan pelaku peristiwa, bahan – bahan penunjang lainnya diantaranya sumber berita serta gaya narasi yang indah dan menyentuh. Kelengkapan bahan – bahan tersebut dapat mengungkapkan peristiwa secara mendalam dan memberikan kekayaan nuansa peristiwa oleh karena itu dalam menyusun naskah perlu pemilihan kata dan susunan kalimat yang sungguh – sungguh mengena, dengan begitu penonton akan menyaksikan laporan peristiwa yang mengesankan.

2.    Tugas Reporter

Tugas seorang reporter adalah:

1.  Peliput, meliput setiap peristiwa yang terjadi untuk menjadi bahan berita.

2.  Penyusun, peristiwa yang telah diliput akan disusun menjadi suatu berita

  yang menarik buat publik.

3. Penyebar informasi, berita yang telah disusun akan disampaikan kepada

    publik ( khalayak )                                                   

Secara umum tugas reporter yakni memberikan laporan pandangan mata. Reporter mempunyai tanggung jawab yang  lebih dari pada petugas lainnya dalam lapangan penyiaran. Seorang reporter berfungsi sebagai wartawan dan penyiar.  Maksud dari tugas tersebut adalah;

1. Reporter sebagai wartawan

Sebagai wartawan ia harus menguasai peristiwa yang akan dilaporkan dalam segala aspeknya. Ia harus melaporkan bukan saja apa yang tidak terlihat, akan tetapi ia juga harus melaporkan di belakang berita (the news behind the news). Ia harus menyelidiki latar belakang dan prospek peristiwa yang akan disiarkan itu.

2.    Reporter sebagai penyiar

Sebagai penyiar, reporter harus mampu memberikan laporan secara ad libitum, fasih dan spontan, sedang suaranya harus empuk enak didengar disertai pengucapan yang jelas. Karena biasanya reporter melaporkan berita langsung dari lapangan, sehingga banyak sekali ditemukan gangguan baik yang berupa teknis maupun non teknis.

 

 3.   Observasi

Sebelum melaksanakan tugasnya, seorang reporter bisa mencari data / berita dengan menempati pos-pos tertentu, yang dimana ditempat tersebut sering kali   ditemukan berita atau informasi yang penting untuk diinformasikan. Contoh di gedung atau kantor Gubernur, yang sering kali mengeluarkan kebijaksanaan yang berkaitan dengan penduduk kabupaten yang bersangkutan. Juga terkadang seorang reporter mendapatkan berita dari undangan sebuah instansi atau perusahaan yang berniat untuk melakukan Konferensi Pers.

Adabeberapa langkah yang  dilakukan oleh reporter dalam memperoleh  data pada saat liputan di tempat kejadian antara lain:

1.   Mengamati jalannya peristiwa dan orang-orang yang terikat dalam peristiwa

      tersebut.

2.      Mencatat dan mengindentifikasi pendapat-pendapat yang disampaikan oleh sumber berita yang berhubungan dengan peristiwa yang diliput.

3.      Melakukan wawancara dengan orang-orang tertentu untuk mendapatkan keterangan atau penjelasan tentang latar belakang peristiwa serta pandangan-pandangan yang menyangkut peristiwa tersebut.

4.      Mencari dan mengumpulkan fakta sebanyak-banyaknya, tidak hanya dari satu sumber saja, tetapi banyak sumber.

5.      Fakta yang diperoleh harus diteliti kebenarannya. Check and Re-check.

6.      Menyusun laporan dengan baik dan teliti.

4. Wawancara

Wawancara televisi adalah tanya jawab antara reporter televisi dengan narasumber dengan tujuan untuk mendapatkan penjelasan atau keterangan dari narasumber tersebut.Narasumber diwawancarai karena dua alasan :

1. Narasumber dianggap menguasai permasalahan.

2. Terlibat langsung atau tidak langsung ( hanya menyaksikan ) kejadian                      atau peristiwa yang dijadikan topik pembicaraan.

Jadi tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan keterangan langsung dari sumber berita, yaitu keterangan langsung dari sumber berita, yaitu keterangan aktual dari pelaku atau saksi suatu peristiwa yang bernilai berita. Melakukan wawancara adalah salah satu pekerjaaan utama seorang reporter televisi. Hampir sebagian besar kegiatan seorang reporter televisi adalah melakukan wawancara.

Melalui wawancara televisi, penonton akan mendapatkan informasi dari tangan pertama, misalnya dari orang yang memutuskan suatu kebijakan. Selain itu penonton dapat melihat langsung wajah orang yang diwawancarai. Penonton akan dapat melihat dengan jelas mimik, ekspresi dan emosi orang yang diwawancarai dan ini akan mendapat dampak psikologis yang lebih besar dibandingkan dengan kutipan wawancara yang dimuat di media cetak.

Reporter dan juru kamera yang baik harus dapat mengambil momen dimana orang yang diwawancarai sedang mengeluarkan perasaan jiwanya yang paling dalam sehingga mampu memberikan dampak dramatis dan tentu saja akan menarik perhatian penonton televisi, yang pada akhirnya menentukan rating progam berita tersebut. Untuk lebih jelasnya disini kami sebutkan beberapa jenis wawancara yang biasa dilakukan oleh orang banyak.

1.  Man in the street interview.

Adalah  wawancara  yang dilakukan untuk mengumpulkan pendapat beberapa  orang awam mengenai sebuah peristiwa, bisa menyangkut satu keadaan dan bisa pula tentang sebuah kebijaksanaan baru. Biasanya wawancara ini dilakukan setelah terjadinya sebuah peristiwa yang sangat penting.

2.   Casual interview

Sebuah  wawancara  mendadak. Dalam  hal  ini  seorang  wawancara meminta kesediaannara sumber untuk diwawancarai. Si wartawan berbuat begitu karena ia bertemu dengannara sumber yang dianggap punya informasi yang sangat perlu dilaporkan kepada khalayak.

 

 

3.   Personal interview

Merupakan wawancara untuk mengenal pribadi seorang yang memiliki nilai berita lebih dalam lagi. Hasilnya biasanya berupa profil tentang orang yang bersangkutan.

4.   News page interview

Wawancara yang berkaitan dengan sebuah laporan tentang sebuah peristiwa yang direncanakan. Wawancara ini sering disebut “information interview”.

            5.   Telephone interview

Adalah wawancara yang dilakukan lewat telepon. Ini biasanya dilakukan wartawan kepada nara sumber yang sudah dikenalkan dengan baik dan untuk melengkapi sebuah berita yang sedang ditulis. Dengan perkataan lain, seorang wartawan memilih jenis wawancara ini karena ia dalam keadaan terdesak.

            6.   Question interview

Wawancara  tertulis.   Biasanya   dilakukan  seorang   wartawan   yang   sudah mengalami jalan buntu. Setelah ditelepon, didatangi kerumah dan ke kantor, si wartawan tidak bisa bertemu dengan nara sumber, maka ia memilih wawancara jenis ini.

Keuntungan wawancara jenis ini adalah: informasi yang diperoleh lebih jelas dan mudah dimengerti. Kelemahannya adalah : wartawan tidak bisa mengamati sikap-sikap pribadi nara sumber ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan wartawan.

             7.   Group interview

Wawancara yang dilakukan terhadap beberapa orang sekaligus untuk membahas satu persoalan atau implikasi satu persoalan atau implikasi satu kebijaksanaan. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berbicara.

Semua jenis wawancara  diatas   dapat  terlaksana   dengan   baik, bila reporter memenuhi teknik-teknik wawancara berikut:

1.   Menggunakan daftar pertanyaan yang tersusun baik.

2.      Memulai wawancara dengan pertanyaan- pertanyaan yang ringan.

3.      Mengajukan pertanyaan  secara langsung dan tepat.

4.      Tidak malu bertanya bila ada jawaban yang tidak dimengerti.

5.      Mengajukan pertanyaan tambahan berdasarkan perkembangan.

Adaprosedur  yang dapat digunakan  oleh seorang reporter  untuk membuat subyek merasa ”mudah” sebelum menarik informasi:

1.   Tersenyum dengan sopan.

2.      Memperkenalkan diri.

3.      Menunjukkan minat terhadap orang atau subyek.

4.      Meyakinkan bahwa merasa enak.

5.      Mempersiapkan diri untuk mencatat tanpa menganggu wawancara.

Setelah reporter selesai melakukan wawancara, ada beberapa hal yang perlu  dipertanyakan kepadanara sumber antara lain :

1.      Apakahnara sumber tidak keberatan jikalau kalimatnya dikutip secara langsung ?

2.      Apakahnara sumber tidak berniat namanya dirahasiakan dalam sebagian hasil wawancara ?

3.      Apakahnara sumber memiliki keinginan lain yang berkaitan dengan hasil wawancara. Misalnya kalau pada suatu saatnara sumber keberatan hasil wawancaranya disiarkan, maka reporter harus menghormati keinginan ini dan tidak menyiarkannya.

B. Penulisan Berita Televisi

1. Pengertian

Menulis naskah berita adalah salah satu pekerjaan utama seorang reporter televisi. Naskah berita televisi sering disebut dengan istilah narasi berita, naskah, atau skrip berita. Bagi sebagian reporter televisi, menulis naskah untuk televisi merupakan tantangan terbesar, khususnya bagi mereka yang belum berpengalaman. Menulis berita pada dasarnya adalah proses merangkum dan memilih sejumlah fakta terpenting yang akan membantu reporter atau penulis naskah untuk mengungkapkan atau menceritakan suatu peristiwa.

Penulisan naskah berita televisi dengan media cetak sangatlah berbeda. Seorang reporter televisi harus memperhatikan gambar – gamabar yang akan digunakannya sebelum ia menulis naskah berita. Gambar – gambar itu akan menentukan cara reporter menulis berita untuk televisi, dan hal itu tidak ditemui pada reporter media lainnya. Jadi narasi atau skrip berita itu hanya sebagian dari berita televisi, sedangkan sebagian lainnya adalah gambar, keduanya sama pentingnya dan saling mengisi. Seorang reporter televisi harus menulis berdasarkan gambar ( write to video )

 

2. Berita Televisi

Dalan penulisan berita televisi, berita yang akan disajikan terdiri dari dua makna yaitu :

  1. Berita aktual ( news bulletin ) yang bersifat timeconcern dan harus disajikan secepatnya dengan 5 W +  1H.
  2. Berita berkala ( news magazine ) yang bersifat timeless yang tidak perlu disajikan secepatnya kepada khalayak.

Dalam berita aktual dapat disajikan dalam dua bentuk:

  1. Berita langsung ( straight news ) untuk berita kuat ( hard / spot / soft news ) yaitu uraian fakta dan atau pendapat yang hanya mengandung 5 W + 1H, dan uraiannya dimulai dari yang terpenting menuju ke yang kurang penting. Fakta dan atau pendapat yang dilaporkan itu hanya terlihat dari satu sudut atau aspek sehingga bersifat linier.
  2. Berita mendalam ( indepth news ) yaitu uraian fakta dan atau pendapat yang mengandung nilai berita, dengan menempatkan fakta dan atau pendapat itu pada mata rantai dan merefleksikannya dalam konteks permasalahan yang lebih luas. Fakta dan atau pendapat itu dilihat dari banyak sudut atau aspek sehingga bersifat multilinier.

3. Bagian – bagian  Berita

a. Intro/lead berita

Intro atau lead merupakan bagian terpenting dari suatu berita. Berita televisi selalu  dimulai dengan intro yang dibacakan oleh penyiar di studio. Intro merupakan rangkuman dari seluruh unsur terpenting dari suatu berita dengan latar belakang dan konteks yang diperlukan.

Intro sebisa mungkin harus mengandung hampir seluruh unsur terpenting suatu berita yang mencangkup 5W + 1H, yaitu, what, where, when, why, dan who, sedangkan pada berita berfungsi untuk menguraikan unsur how yang belum dijelaskan pada intro. Jadi intro adalah tulang punggung dari suatu berita. Dengan demikian fungsi utama intro adalah untuk menjual berita tersebut kepada pemirsa. Intro berfungsi untuk menarik perhatian penonton agar menyimak berita bersangkutan sampai akhir. Intro harus disusun sedemikian rupa, sehingga bisa membuat penonton merasa perlu mengikuti beritanya sampai akhir, namun harus tetap objektif, sensasional atau bombatis. Ada beberapa lead yang sering digunakan :

  1. 5W + 1H Lead ( dalam kalimat lead mengandung unsur 5W + 1H ).
  2. Quotation lead  / Lead Kutipan ( ucapan seseorang dikutip, baik secara               lengkap maupun hanya intisarinya ).
  3. Who Lead ( siapa mengerjakan apa ).
  4. The Name Lead ( siapa mengatakan apa ).
  5. Infinitive Lead ( diawali dengan kata untuk ).
  6. Lead Kata Penghubung ( dimulai kata : dengan, ketika ).
  7. Lead Bersyarat ( dimulai kata : karena, kalau ).
  8. Lead Cartriage ( dimulai dengan unsure ketegangan ).
  9. Lead Astonisher ( dimulai dengan kejutan ).
  10. Lead Menggugah Perhatian ( dimulai dengan sesuatu yang menarik               perhatian ).
  11. Lead Sindiran ( dimulai kalimat sindiran ).
  12. Lead Substansi ( dimulai kalimat yang berfungsi sebagai pokok kalimat ).

b. Badan Berita

Setelah selesai menulis intro, maka pekerjaan selanjutnya adalah menulis badan berita atau badan narasi. Ketika menulis badan berita, maka stuktur penceritaan berita tidak boleh loncat – loncat atau bolak – balik. Setiap perkembangan fakta atau informasi harus disesuaikan dengan alurnya, baru setelah itu pindah ke perkembangan selanjutnya.

Narasi harus diselaraskan dengan gambar agar tidak membingungkan pemirsa, karena itu sebelum menulis naskah berita lihat dulu videonya. Tentukan Soundbite / SOT dan gambar yang akan digunakan, termasuk juga natsoundnya, setelah itu menulislah berdasarkan gambar.

Fungsi narasi dalam berita televisi bukan untuk menceritakan gambar, tetapi untuk melengkapi atau mendukung gambar, karena itu narasi tidak perlu panjang. Jika gambar telah jelas menunjukkan fakta dan maknanya, maka tidak perlu lagi diceritakan, biarkan gambar bersama suara naturalnya berjalan tanpa perlu diceritakan lagi. Reporter harus berani diam jika gambar sudah bercerita sendiri  (reporter must dare to be silent, if the picture speaks for itself ) struktur badan berita dapat dikelompokan ke dalam beberapa tipe atau jenis.

  1. Pola Kronologis : tipe ini sering digunakan untuk menguraikan suatu kejadian secara berurutan mulai dari awal hingga akhir berita seperti kecelakaan, pembunuhan, dan peristiwa lainya sering menggunakan tipe ini dan bila tidak diceritakan secara kronologis akan membingungkan pemirsa. Tipe seperti ini harus menjawab pertanyaan, apa, siapa, dimana, bagaimana, dam mengapa.
  2. Pola Topik : narasi yang ditulis tergantung pada topik yang dibahas.
  3. Pola Pendapat : digunakan untuk berita yang menimbulkan berbagai pendapat dari berbagai pihak, jadi ada yang pro dan kontra. Badan narasi berjalan sesuai dengan pandangan – pandangan yang berbeda.

c. Penutup ( Ending )

Segera akhiri naskah berita bila tidak ada lagi fakta atau info yang relevan atau signifikan yang perlu diceritakan atau bila panjang naskah sudah mencapai ancar – ancar alokasi waktunya. Walaupun terletak pada bagian buntut, namun reporter tidak boleh mengabaikan bagian penutup.

Setiap kali menulis narasi, khususnya ketika membuat paket berita, maka penutupnya harus ditulis dengan baik, tajam, tegas, dan kuat. Jangan mengakhiri berita dengan kesimpulan, apalagi saran atau himbauan, biarkan pemirsa mengambil kesimpulan sendiri.

Dalam membuat ending ini, maka reporter atau penulis narasi harus mengacu kembali kepada intro atau lead yang sudah lebih dulu dibuat. Jadi, penutupan harus terkait dengan awal cerita guna menjaga keutuhan atau kebulatan cerita dan tetap pada benang merahnya.

C. Format Berita Televisi

Dalam progam berita televisi dikenal beberapa format berita, yaitu cara bagaimana suatu berita itu ditampilkan atau disajikan. Suatu berita dapat disajikan dengan beberapa bentuk, yaitu :

a. READER

Reader adalah format berita singkat yang disampaikan presenter tanpa didukung gambar ( video ). Format ini biasanya digunakan untuk melaporkan peristiwa penting dan mendadak yang belum ada videonya. Kriteria untuk menentukan format berita reader yaitu sebagai berikut :

  1. Reporter di lapangan mendapatkan berita yang sangat penting, namun gambar belum sempat di kirim ke stasiun televisi.
  2. Informasi penting yang berasal dari sumber lain. Informasi ini telah di konfirmasikan kebenarannya, namun wartawan dan juru kamera belum sempat dikirim ke lokasi peristiwa.
  3. Berita penting yang tidak diliput, namun ada kaitannya dengan berita yang dilaporkan stasiun TV yang bersangkutan.
  4. Durasi maksimal 30 detik.

b. VOICE OVER ( VO )

Vo adalah format berita dengan video yang keseluruhan narasinya mulai dari intro hingga kalimat terakhir dibacakan oleh presenter. Presenter tampil di depan kamera ( on cam ), setelah itu muncul gambar berita, namun suara presenter tetap terdengar mengiringi gambar. Vo terkadang diakhiri dengan Tag ( on cam presenter ) mengenai latar belakang berita tersebut, lead VO minimal dua kalimat pendek. Criteria VO sebagai berikut :

  1. Berita – berita yang sangat terbatas data dan videonya.
  2. Berita – berita yang diperoleh menjelang deadline karena sudah mendekati waktu tayang.
  3. Berita yang karena pertimbangan waktu terpaksa terpotong durasi.
  4. Durasi VO antara 40 hingga 60 detik
  5. VO sebaiknya disertai dengan natural sound ( natsound )

c. SOUND ON TAPE (SOT)

Format berita ini terdiri dari lead-in dan SOT narasumber. Dalam lead-in presenter menjelaskan nama sumber dan informasi singkat SOTnya, namun tidak boleh sama persis (parroting) dengan SOT-nya. Format berita semacam ini sering disebut dengan READER SOT. Kriteria dalam SOT antara lain :

  1. Keterangan sumber yang sangat penting dan perlu diketahui masyarakat secara utuh.
  2. Redaktur / produser berhak menolak SOT yang mengandung pernyataan tidak susila atau tanpa didasari fakta.
  3. SOT dapat diedit lebih pendek, tapi tidak boleh sampai mempengaruhi makna SOT.
  4. Pada akhir SOT dapat diberikan tag on cam presenter mengenai latar belakang dari hal – hal yang diungkapkan di SOT.
  5. Durasi maksimal 60 detik.

d. VOICE OVER – SOT ( VO-SOT )

Format berita ini merupakan gabungan antara format VO dan SOT yang mana VO mengenai peristiwa atau isu yang relevan atau ada kaitannya dengan apa yang diungkapkan dalam SOT. Sedangkan SOT adalah bagian pernyataan sumber yang penting atau spesifik berkaitan dengan peristiwa. Kriteria penentuan format VO-SOT adalah sebagai berikut :

  1. Gambar yang terbatas namun ada bagian pernyataan narasumber yang sangat penting dan perlu diketahui pemirsa secara utuh untuk menambah kedalaman atau aktualitas berita.
  2. Narasi yang terdapat pada VO yang menjadi pengantar sebelum SOT tidak boleh sama dengan SOT.
  3. Sesudah SOT, sering diikuti tag in cam presenter untuk mengakiri berita tersebut.
  4. Durasi VO-SOT maks 90 detik, terdiri dari VO 50 detik dan SOT 40 detik.

e. PACKAGE (PKG)

Format berita paket adalah format berita yang bersifat komprehensif dengan intro dibacakan presenter, sedangkan naskah paket dibacakan atau dinarasikan sendiri oleh reporter atau pengisi suara (dubber).

~ by timuran151 on August 7, 2011.

One Response to “Naskah Berita Televisi”

  1. sangat lengkap dan tepat, infonya. Terimakasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: